Kamis, 04 Februari 2016

Pengertian Wirelase (Tanpa Kabel)

PENGERTIAN WIRELES(Jaringan Tanpa Kabel)


Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Perkembangan wireless sebenarnya telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan dengan penemuan radio dan kemudian dilanjutkan dengan penemuan radar. Kemudian dengan perkembangan kebutuhan informasi bagi manusia, maka penggunaan wireless semakin banyak dan tidak hanya untuk penggunaan radio dan radar saja.

Beberapa model peralatan yang menggunakan wireless diantarannya adalah sebagai berikut :
1. Telepon selular dan radio panggil (pager)
Layanan yang disediakan untuk aplikasi bergerak dan mudah dibawa, baik untuk perorangan maupun bisnis.
2. GPRS untuk navigasi
Digunakan untuk memudahkan pengguna lalu lintas, seperti mobil, pesawat kapal laut dan lainnya
3. Alat-alat komputer tanpa kabel seperti mouse dan keyboard
Mouse dan keyboard terkadang mengalami kendala berupa sulitnya pemasangan konektornya pada CPU, terkadang mengalami juga kerusakan pada konektornya. Mouse dan Keyboard dengan teknologi wireless memungkinkan mengatasi kendala tersebut, bahkan pengguna akan lebih leluasa dalam bergerak.
4. Telepon Cordless
Teknologi wireless juga dipakai oleh perusahaan telekomunikasi yaitu berupa Telepon Cordless, sehingga penggunaanya dapat dibawa kemana-mana.
5. Remote Control
Berupa alat tanpa kabel yang digunakan untuk mengendalikan peralatan dari jarak jauh, penggunaannya seperti pada televisi, pager dan lainnya.
6. Satelit televisi
Memberikan layanan siaran sehingga penonton dapat memilih saluran yang berbeda.
7. Wireless LAN
Wireless LAN adalah teknologi LAN dengan udara sebagai media transmisinya sehingga memberikan layanan fleksibellitas dan relibilitas untuk para pengguna komputer dalam bisnis maupun non bisnis.
Teknologi wireless menurut para data yang ada saat ini akan mengalami kemajuan dan pengembangan yang cepat beberapa tahun yang akan datang. Kemajuan itu akan terjadi dibeberapa bidang termasuk dalam komunikasi data. Untuk memperjelas mengenai perkembangan wireless LAN, Onno W.Purbo menjelaskan bahwa Teknologi WLAN 2.4GHz, 5.8GHz, 5GHz berkembang pesat sekali terutama karena pembebasan ijin frekuensi di band ISM ( industrial, scientific, medical ) maupun band UNII (Unlicensed National Information Infrastructure) oleh pemerintah Amerika Serikat. Standar komunikasi data yang digunakan umumnya adalah keluarga IEEE 802.11, dimana IEEE 802.11b mempunyai kecepatan maksimum 11Mbps, sedang IEEE 802.11a dan IEEE 802.11g mempunyai kecepatan maksimum 54Mbps. Untuk komunikasi data pada wireless membutuhkan beberapa komponen arsitektur yang dapat diterjemahkan oleh interface protocol. IEEE sebagai lembaga regulasi internasional telah menetapkan protokol untuk wireless yang terdiri atas arsitektur fisik dan aritektur logic dari wireless ini.
Arsitektur Fisik Jaringan Wireless LAN
Komponen fisik dari jaringan wireless diimplementasikan sebagai Physical Data link dan Network Layer Function, komponen ini diimplementasikan sebagai fungsi yang dibutuhkan jaringan, baik lokal, metropolitan maupun area yang lebih luas. Berikut akan dibahas beberapa komponen dari jaringan nirkabel :
Arsitektur Logic Jaringan Wireless LAN
Agar jaringan intranet dapat berjalan sesuai fungsinya maka harus ada aturan standar yang mengaturnya, karena itu diperlukan suatu protokol intranet yang mengaturnya. Protokol tersebut adalah protokol yang telah dikenal dengan TCP/IP. TCP/IP berperan sebagai pengatur yang bertugas menjaga kestabilan, keefektifan suatu komunikasi. Dengan demikian maka aplikasi-aplikasi yang berjalan dapat saling mengerti. Organisasi standar yang mengatur tentang TCP/IP adalah Organization Standard International (OSI).
Tabel . Lapisan layer menurut standar OSI
Layer Karakteristik
Application User written programs
File transfers
Resource Sharing
Network Management
Access to remote files
Database Management
Planning network operation
Control of network
Operation of network
Presentation Defines I/O procedures
Controls network function of application layer
System-dependent process-to-process communication
User application connections
Transport Provides location-independent transport of packets
Provides this end-to-end communication control
Network Distributed control policy
Address message
Set up paths between node
Control message flow between node
Provide control and observation function for network planning
Data Link Frame messsage packets
Allocate channel capacity
Determines station address to receive
Error detection
Establishes access to physical link
Physical Provide electrical transmition of information
Encoding and Decoding
Physical connection
Signaling
Spread Spectrum Radio
A. Frequency Hopping Spectrum Radio (FHSS)
Pada awal kemunculan wireless LAN, peralatan menggunakan teknologi frekuensi hopping. Pada teknologi ini pendekatan dilakukan dengan membagi frekuensi menjadi beberapa bagian kecil untuk membentuk suatu pola frekuesi. Data yang dikirim akan melompat dari satu tempat ketempat yang lain secara literal pada suatu pola tertentu untuk menghindari terjadinya interferensi dari luar.[10]
B. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
Pada frekuensi ini data akan dikirimkan dengan pendekatan satu frekuensi saja untuk meminimalisasi interferensi narrow band. Jadi sejumlah data akan ditambah dengan data yang asli dengan tujuan untuk rekonstruksi data kembali, bila terjadi kehilangan data akibat interferensi.
Data yang berbentuk pola 1 dan 0 yang dikirimkan akan diganti dengan nama Chipping Sequence yang terdiri dari string 1 dan 0. Setiap string yang digunakan untuk menggantikan menggantikan string 1 dan 0 yang dapat dikenali oleh receiver walaupun data yang telah dikirmkan telah rusak.
Dengan kemampuan seperti ini maka kini banyak vendor yang menggunakan teknologi ini untuk diterapkan pada peralatan mereka untuk meningkatkan aplikasi bisnis.[10]
C. Mekanisme Wireless LAN
1. Service Set Identifier (SSID)
SSID adalah sebuah nama network yang dipakai oleh wireless LAN dan merupakan karakter yang unik, case sensitive dan menggunakan alpha numeric dengan nilai karakter 2-32 karakter. SSID dikirimkan dalam beacon, probe request, probe response dan tipe-tipe frame yang lain. Client station harus dikonfigurasikan dengan SSID yang cocok untuk bisa tergabung dengan sebuah jaringan. Administrator akan mengkonfigurasikan SSID pada setiap access point. Point yang terpenting adalah SSID harus benar-benar cocok antara Access point dengan Client.
2. Beacon
Beacon adalah frame terpendek yang dikirim oleh access point ke station atau station ke station untuk mengatur sinkronisasi komunikasi. Fungsi Beacon adalah sebagai berikut :
a. Pengaturan waktu (Time Sincronization)
Pada saat client menerima beacon dari access point maka client akan merubah clock sesuai dengan access point sehingga proses sinkronisasi ini akan menjamin setiap fungsi waktu untuk proses hopping dalam FHSS, bisa dilakukan tanpa terjadinya kesalahan.
b. Pengaturan Parameter dari FH dan DS
Beacon mengandung informasi yang berhubungan dengan teknologi spread spectrum yang digunakan oleh sistem. Misalnya FHS, maka hop dan fungsi waktu akan dimasukkan kedalam sistem. Untuk fungsi DSSS, beacon mengandung chanel informasi.[15]
c. SSID Information
Station akan melihat kedalam beacon untuk mengetahui SSID dari jaringan mana yang akan digabungi. Kemudian station akan mencari tahu alamat MAC address dimana beacon berasal mengirimkan authentifikasi request dengan tujuan untuk meminta kepada access point untuk dapat bergabung dengannya. Apabila station diset untuk dapat menerima semua macam SSID, maka station akan mencoba bergabung dengan access point yang pertama kali mengirimkan sinyal dan bergabung dengan access point yang sinyalnya paling kuat jika disitu ada banyak access point.
d. Traffic Indicator Map (TIM)
TIM akan berfungsi sebagai indicator station mana yang sedang dalam berada dalam keadaan sleep dan memiliki paket mengantri di access point. Informasi yang ada pada setiap beacon akan dikirim kesemua station.
e. Supported Rates
Dalam network wireless sangat banyak sekali kecepatan data yang ada sehingga yang menjadi standarnya adalah tergantung standar yang digunakan. Dalam beacon juga diinformasikan beberapa kecepatan access point.
3. Passive Scanning
Scanning biasanya dilakukan oleh station atau access point untuk mendengarkan beacon disetiap channel pada waktu tertentu pada waktu setelah station di inisialisai. Station akan mencari network dengan mendengarkan beacon yang menyebutkan SSID dari access point yang akan digabungi. Bila banyak access point, sehingga akan banyak SSID yang dipancarkan untuk digabungi. Maka station akan memilih sinyal yang paling kuat untuk dan bit error yang paling rendah.[10]
4. Active Scanning
Active scaning adalah proses yang meliputi pengiriman probe request dari wireless station. Station akan mengirimkan frame ini ketika sedang mencari network untuk bergabung dengan network tersebut. Frame probe ini akan mengandung SSID dari network tersebut untuk broadcast SSID. Kelakukan probe adalah untuk menemukan access point sehingga station akan dapat masuk ke network. Apabila access point dengan SSID yang sesuai sudah ditemukan maka station akan melakukan autentifikasi dan assosiasi untuk bergabung dengan network melalui access point tersebut.
5. Autentifikasi dan Association
Autentifikasi adalah proses pendaftaran station terhadap beacon atau juga proses melewati wireless node yang diverifikasi oleh network untuk dapat bergabung. Proses ini terjadi di access point membuktikan diri bahwa client yang masuk sesuai dengan yang telah didaftarkannya. Dengan kata lain access point memeriksa identitas dari client sebelum hubungan terjadi.
6. Roaming
Roaming adalah kemampuan client untuk dapat berpindah secara halus dari satu sel network ke sel network yang lain tanpa harus kehilangan koneksi. Access point memindahkan client dari satu sel ke sel lainnya tanpa disadari oleh client. Apabila client berada dalam coverage yang terdapat banyak access pointnya maka kemungkinan akan terjadi overlap. Maksudnya adalah client akan dapat berpindah secara halus dan membangun koneksi terbaik sementara client akan senantiasa mencari koneksi yang terbaik.[16]
D. Model Jaringan Wireless LAN
1. Model Jaringan Wireless LAN Independent (Addhoc)
Model network secara addhoc adalah model network dimana setiap network saling memancarkan beacon . Sehingga setiap client yang telah memiliki peralatan wireless akan dapat langsung terhubung dengan satu sama lainnya. Artinya pada model ini tidak adanya server ataupun satu komputer yang bertanggung jawab pada beban traffik pada tiap koneksi yang terjadi.
2. Model Jaringan Wireless LAN dengan Access point
Model jaringan yang ada pada penggunaan access point (AP) adalah model yang menjadikan access point sebagai sentral koneksi. Dimana access point itu sendiri dapat berupa hardware atau juga software.
a. Access point Hardware
Access point dengan hardware adalah Access point yang menggunakan perangkat keras untuk memancarkan sinyal radio melalui antena, sehingga dapat diterima oleh antena client.
b. Access point Software
Access point tipe ini adalah access point dengan menggunakan software yang telah diinstal pada PC yang dijadikan access point, sehingga masing-masing client yang sudah terdapat wireless interface didalamnya dapat saling terkoneksi jaringan yang terpusat pada access point.

Rabu, 03 Februari 2016

Cara Membuat Menu Dropdown di Blog



  1. Menu dropdown, berarti menu yang menurun. Menu yang lebih simple, dan tidak banyak memakan tempat. Sebelumnya saya sudah menjelaskan cara membuat menu di blog, dengan memanfaatkan laman untuk membuat menu blog. Caranya sedikit lebih sederhana, dari pada menu dropdown yang akan saya jelaskan kali ini. Untuk lebih jelasnya, lihat dulu gambar menu dropdown dibawah ini.
    cara membuat menu dropdown di blog
    Menu dropdown ini ada yang satu cabang, dan juga ada yang 2 cabang. Saya akan coba menjelaskan sesederhana mungkin, cara membuat dan mengatur menu dropdown sesuai dengan keinginan, agar mudah untuk dimengerti. Menu dropdown ini tidakmengedit kode html di template, tapi menggunakan widget/gadget di blog, jadi template aman ketika ada kesalahan dalam pembuatannya.Cara membuat menu dropdown di blog.
    Ikuti langkah-langkah dibawah ini:

    Membuat Menu Dropdown

    1. Pertama, lihat susunan kode dibawah ini. Inilah struktur keseleuruhan kode yang 
    2. akan kita pakai dalam membuat menu drop down.
    3. <style>
      KODE CSS
      </style>
      KODE HTML
    4. Dari susunan kode diatas, <style> ditempatkan diawal, selanjutnya Kode Css, dan ditutup dengan </style>, terakhir Kode HTML.
    5. Sekarang yang kita butuhkan adalah, Kode Css dan HTML nya. Tidak harus buat sendiri. Cukup kunjungi situs dibawah ini.
    6. http://cssmenumaker.com/. Selanjutnya, pilih salah satu menu dropdown yang kamu inginkan.
    7. Setelah memilih, maka akan terbuka halaman baru. Pilih Costumize.
    8. Dan atur nama dan isi dari menu dropdown, gunakan add item untuk menambah menu dan gunakan edit item untuk memasukan url isi dari menu tersebut. Seperti gambar dibawah ini.
    9. cara membuat menu dropdown di blog
    10. Setelah selesai mengatur isi menu dropdown, ambil/copy kode CSS dan HTML nya. Dan pastekan di Notepad susun seperti langkah pertama.
    11.  Memasang Menu di Widget atau Gadget

      1. Setelah selesai menyusun semua kode di Notepad. Sekarang ke bagian Tata Letakdi blog. Dan Klik Tambahkan Gadget, dan pilih HTML/JavaScript.
      2. Copy semua kode di Notepad tadi dan Pastekan semua kode ke GadgetHTML/JavaScript. Dan Simpan.
      3. Selanjutnya pindahkan Gadget HTML/JavaScript ke bawah Header. Dan Silakan lihat blog.
      4. Menu Dropdown sudah jadi. Jika menu dropdown nya tidak turun. Itu berarti kita harus mengedit bagian header blog.
      5. Silakan ke Bagian Template, klik edit HTML, dan cari kode <b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'> kode lengkapnya kira-kira seperti dibawah ini.
      6. <b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>
        <b:widget id='Header1' locked='true' title='Nama Blog Kamu (Header)' type='Header'>
        <b:includable id='main'>
      7. Ganti maxwidget='1' menjadi maxwidget='3' dan showaddelement='nomenjadishowaddlement='yes'. Dan Save Template.
      8. Kembali lagi ke pengaturan Tata Letak, pindah-pindahkan Gadget HTML/JavaScript tadi, dibawah header. Dan save.
      9. Setelah itu lihat blog, jika menu masih belum turun, ulangi lagi ke pengaturan Tata Letak, pindahkan lagi kode html ke bawah Header dan Save. Sampai Menu Drop Down berjalan dengan benar.
      10. Selesai, menu dropdown sudah jadi. Untuk cara mengubah warna dari menu dropdown, silakan kunjungi situs ini, http://www.cssportal.com/css3-menu-generator/ , disitu kita bisa belajar, cara mengubah bentuk dan warna menu dropdown, juga kode css dan html dari menu dropdown yang kita gunakan.

      Cara lain dengan memasukan kode css dan html di template blog

      1. Cara diatas adalah memasukan kode di widget blog, lebih aman. Tapi jika kamu ingin mencoba cara lain, dengan memasukannya ke template blog. Masukan kode css dan html dengan format seperti dibawah ini. Cara ini tidak menggunakan<style> </style> seperti memasang menu di widget.
      2. Kode CSS
        ]]></b:skin>
        <div class='tabs-outer'>
        Kode HTML
      3. Seperti format diatas, pertama kamu cari kode ]]></b:skin> dan tempatkan kode CSS diatasnya. Selanjutnya Cari kode <div class='tabs-outer'> dan tempatkan kode HTML di bawahnya. Lalu save template.
      4. Menu Dropdown akan muncul dibawah header. Jika ingin ditempatkan diatas header, pindahkan kode html tadi ke <div class='header-outer'>. Selesai. Semoga Bermanfaat.

Welcome To My Blog

Nama     : France Sede
TTL.        : Tangerang, 15 Juni 1998
No. Hp    : 0882-1353-3905
Alamat.  : Jl. Wahid Hasyim, gang Hj.Naji.
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Hobby : Bermain Musik
Cita-Cita : Menjadi Pengusaha
Ig : Francesede16
Line : Francsede15


Gua sekalian numpang promo Instagram nih, tolong di Follow ya, tenang bakalan di follback